Vokal Judika terlalu “nanjak” ???

RACIKAN ala Indonesian Idol, ketika pemilik nama Judika Sihotang ini melenggang di babak spektakuler dengan macam-macam genre, dijajal lewat kemasan album. ONE memang dikemas dengan resep menempatkan vokal Judika pada berbagai jenis musik yang butuh improvisasi tinggi.  Ada untung dan ruginya. Keuntungannya, Jude –begitu Judika biasa dipanggil– bisa "pamer" teknik vokal yang dia punya. Orang bisa saja terpukau dengan karakter suaranya yang bisa dibawa kemana saja dan tetap asik. Kerugiannya, bukan fans mungkin rada kebingungan menempatkan sosoknya. Penyanyi pop, rock, reggae atau soul?

Harus menunggu setahun lebih, terlihat memang di album solo perdananya ini, Judika masih "meraba-raba" di posisi mana sebenarnya dirinya lebih nyaman. Repot, karena track demi track yang ada semua punya kapasitas yang cukup kuat. Contohnya single jagoann ‘Bukan Rayuan Gombal’. Lagu ini ciptaan Aris ini dan mendapat kulikan blues dan rock n’ roll dari Pay BIP.  Sepintas,  kita bisa ‘tertipu’ lantaran sangat mirip dengan lagu-lagu band yang   pernah membesarkan nama Pay. Untung saja Jude punya kapabilitas menonjolkan "temboloknya" sendiri di nada-nada tinggi. Kalau tidak, lagu ini menjebak. Track ke-2, Malaikat ciptaan Dewiq terasa lebih nendang. Meski penulis "bosan" dengan tempo-tempo lagu seperti ini, tapi lirik yang "bangsat" dan cara Jude membawakannya, membuat penulis menjagokan lagu ini sebagai track yang [harus] jadi hit list. Secara aransemen sebenarnya tidak terlalu istimewa. Di lagu ini, Judika bernyanyi seperti penyanyi pop layaknya.

Penjelajahan lain dilakukan di track 3, Astaga. Lagu yang pernah populer lewat Ruth Sahanaya ini, diolah Bongky BIP yang sedang gandrung dengan reggae. Bareng kawan-kawan lamanya di Penta Boyz, Judika ‘memplesetkan’ lagu yang biasanya up-beat menjadi "bau-bau" Jamaican Cafe.  Tak murni reggae, karena musik dasarnya tetap saja terdengar poppis. Tak ada kesulitan memang, tapi di lagu terasa tak istimewa, biasa-biasa saja. Lagu Bukan Salah Kita entah mengapa kok terasa seperti lagu-lagu yang banyak beredar sekarang. Inilah model-model ‘lagu cengkok’ melayu, mendayu-dayu yang [biasanya] disuka penikmat musik. Lagu kaya begini memang "racun" tapi tak pernah benar-benar mematikan. Racun yang sama juga ada di lagu

Bukan UntuK Dimengerti ciptaan Hary Budiman. Mengajak Maya Idol sebagai backing vokal, lagu ini punya wilayah musikal yang beda-beda tipis dengan track sebelumnya.Sebenarnya, Judika tetap berpijak pada platform pop yang tidak neko-neko.  Kelebihan album ini, lebih kepada eksplorasi vokal Judika yang bisa masuk ke range yang tidak kita duga. Dari pemilihan lagu, Jude cukup beragam –meski tetap komersial.  Beruntung, Jude mendapat lagu dari orang-orang yang bisa dibilang pencipta terbaik di Indonesia. Meski secara musikalitas, biasa-biasa saja, vokal Judika-lah yang menolong. Sekedar catatan saja, kelak jika ada album selanjutnya, suara "nanjaknya" jangan terlalu over. [joko/foto: istimewa]

Sumber : tembang indonesia online.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://judika.blogsome.com/2007/01/03/5/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.