Rabu, 13 Desember 2006
Si Anak Ajaib Dari Medan
Liris Album “Bukan Rayuan Gombal”
Sobat AXi udah pasti kenal kan sama Judika? Itu loh Runner Indonesia Idol, musim ke dua. Akhirnya setelah agak lumayan lama nggak kedengaran kabarnya, cowok asal Medan ini merilis debut albumnya yang amat dinantikan. Album bertajuk ONE ini diproduseri oleh Jan Djuhana dan Aden Satria Dharma juga melibatkan composer terbaik seperti Dewiq, Ari Bias, Harry Budiman, Andi Rianto dan James F. Sundah serta arranger seperti Pay dan Bongky. Lagu-lagu yang ditampilkan berisikan elemen Sweet Rock, Jamaica Reggae, Acapella hingga Pop Ballad. Dan album ini adalah satu dari cita-cita sejak kecil bagi anak ke 6 dari 7 saudara ini.
Pemilik nama lengkap Judika Nalon Abadi Sihotang ini disebut sebagai anak ajaib dari Medan lho?? Sebab kesuksesan Judika di pentas tarik suara bukanlah diraih dengan sekejap mata. Judika lahir di Sidakalang, Sumatera Utara pada 31 Agustus 1978. Judika menghabiskan masa kecilnya dengan berbagai macam kegiatan. Bakat nyanyinya udah tampak semenjak Judika masih duduk di bangku Sekolah Dasar Inpres di Brastagi. Bahkan ia sempat membuat grup vokal bersama Roy adiknya serta Juneidi dan Jonathan dan hebatnya lagi ia dikontrak di sebuah hotel internasional berbintang 5 di Brastagi. Judika kecil nggak puas berbangga hati ketika banyak yang bilang ia punya potensi jadi bintang. Lantas ia menjajal kemampuannya lewat Bahana Suara Pelajar (BPS) dan keluar sebagai juara pertama untuk tingkat Sumatera Utara dan cukup puas di posisi ketiga untuk tingkat Nasional.
Saat menginjak bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas, Judika memutuskan untuk hijrah dari Brastagi ke Ibukota. Keputusannya ini nggak lain untuk mendapat porsi lebih banyak mengikuti festival-festival tarik suara dibandingkan di luar Jakarta. Sebagai anak luar kota, Judika termotivasi untuk berusaha lebih keras lagi meski ternyata persaingan di Jakarta tidaklah semudah yang ia bayangkan. Hampir patah arang ketika banyak festival yang ia ikutin nggak satupun bisa ditaklukkannya. Hingga akhirnya ia ditemukan oleh Chris Pattikawa, talent scout yang sukses melahirkan AB Three, ketika ia menjuari ajang Asia Bagus di Singapura tahun 1998. Chris Pattikawa kemudian merekrutnya ke dalam grup vokal bernama Antero Boys. Lewat grup vokal inilah karir Judika semakin sukses. Berbagai penghargaanpun disabetnya hingga satu yang paling berkesan ketika ia bersama Antero Boys memenangkan Cerbul De Aur Song Festival di Rumania 2000.
Si anak ajaib dari Medan ini, semakin dikenal khalayak ketika menjadi finalis 12 besar ajang bergengsi Indonesian Idol 2. Penyuka lagu-lagu melankolis Bryan Adams dan Michael Bolton ini tampil penuh percaya diri membawakan lagu-lagu berbagai genre. Meski menjadi runner-up, Judika boleh bersenang hati karena satu dari impiannya segera terwujud, yaitu memiliki sebuah album sendiri.
ONE, Satu Dari Sekian Cita-Cita Judika
Kenapa memilih judul One? sebab punya album merupakan satu dari cita-citanya yang udah kecapai. Dan album ini adalah langkah pertamanya untuk semakin menekuni bidang tarik suara. One menampilkan 10 buah lagu yang digarap oleh orang-orang handal. Proses yang panjang untuk menyiapkan album Judika ini nggak membuat Judika menjadi jenuh. Justru Judika mempunyai banyak waktu buat mendalami makna lagu demi lagu yang diberikan oleh para composernya.
"Di lagu "Malaikat" Judika sempat banyak ngobrol dengan mba Dewiq sebelum take vocal. Lewat proses ini, dirinya jadi makin tahu maksud dari lagu yang ditulisnya sehingga memudahkan untuk pendalaman lirik dan lagu cerita Judika tentang lagu yang sejatinya berjudul "Malaikat Vs Setan". Di lagu ini "Lagu ini gue banget dan semua orang pasti pernah merasakan kebimbangan yang sama. Perseteruan di hati antara yang baik dan buruk," lanjutnya.
Album ini menjagokan lagu "Bukan Rayuan Gombal" yang ditulis oleh Aris. Lagu ini menonjolkan vokal nge-rock Judika yang berpadu dengan raungan gitar yang dimainkan Pay.
Judika juga mengajak rekan-rekannya Penta Boyz (grup reinkarnasi dari Antero Boys) untuk ikut menyanyikan sebuah lagu lawas gubahan James F. Sundah, "Astaga". Lagu ini dibuat semi acapella dengan dominasi warna Jamaica Reggae. Ada juga Maya ‘Idol’ yang hadir di bridge dan backing vocal lagu "Bukan Untuk Dimengerti" karya Harry Budiman. Reffrain lagu-lagunya cukup catchy dan keseluruhan liriknya bermakna cukup mendalam. So, buruan aja kamu koleksi albumnya nggak bakalan kecewa kok.(dra)
Sumber : Kalteng Pos Online