MTV AMPUH
Bukan Rayuan Gombal masuk chart MTV AMPUH berada di posisi 17
Terus request ke global room sampai berada di puncak
Bukan Rayuan Gombal masuk chart MTV AMPUH berada di posisi 17
Terus request ke global room sampai berada di puncak
5 Jan Duel Idol RCTI 20.00 - selesai
7 Jan Audisi Idol di Medan
8 Jan Perform Hugos Malang
9 Jan Promo Radio, Malang
12 Jan Perayaan Natal Bank Niaga, JKT
14 Jan Shaga Fitness, Exhibition Mall Taman Anggrek, JKT 15.00 - selesai
15 Jan Perform Hugos PKN Baru
19 Jan Promo Radio, SBY
20 Jan Perform Colours, SBY
22 Jan Perform Hugos Yogya
23 Jan Promo Radio, Ygy
24 Jan Promo Radio, Solo
26 Jan Perform w/ Terry, KamSut, Bali
27 Jan Audisi Idol, Makasar
29 Jan Perform Hugos, SMG
30 Jan Promo Radio, SMG
Note : Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan
|
Album: One Judika, runner-up Indonesian Idol musim kedua, akhirnya merilis album pertamanya. Dijuduli One, album ini mengeksplorasi musikalitasnya yang variatif. Debut yang — secara mengejutkan — menarik, dari seorang jebolan kontes popularitas. Dari semua debut album pemenang Indonesian Idol, rasanya baru album Judika yang enak didengar di telinga. Dengan tidak menghitung album Joy yang dilematis, Album Delon didominasi nada-nada slow nan romantis yang boring, dan album Mike Mohede, walau berusaha menjejak di wilayah amannya (R&B), sungguh sangat disayangkan kurang mampu mengeksplorasi vokalitasnya yang luar biasa. Judika adalah kasus yang berbeda. Masih ingat di ingatan kita ketika Panggung Spektakuler Indonesian Idol musim kedua menyisakan 2 finalis dengan keistimewaan masing-masing. Mike si Suara Malaikat, dan Judika yang memiliki suara yang powerful, cenderung nge-rock dan maskulin. Saking powerfulnya vokal Judika, pemuda kelahiran Sidakalang, Sumatera Utara ini beberapa kali dituding juri over acting. Tapi di situlah letak keistimewaan Judika. Dengan bekal power suara seperti itu, Judika merilis album pertamanya. Sungguh beruntung, album Judika di-support barisan pencipta lagu yang mampu menangkap maskulinitas suaranya. Sebut saja Dewiq, Pay dan Bongky yang meng-highlight vokal nge-rock Judika. Atau Ari Bias, Harry Budiman dan Andi Rianto untuk nuansa yang lebih nge-pop. Lagu-lagu dalam album ini berisikan elemen Sweet Rock, Jamaica Raggae, Acapella hingga genre yang standar, Pop Ballad. Hah? Jamaica Raggae? Ya, betul. Secara menarik, lagu lawas James F. Sundah yang pernah dipopulerkan Ruth Sahanaya, Astaga, dinyanyikan kembali oleh Judika dengan gaya semi Acapella dan didominasi warna Jamaica Raggae. Di sini ia mengajak teman-teman lamanya di Antero Boys, yang sekarang bertransformasi menjadi Penta Boyz. Bukan Rayuan Gombal dan Malaikat menjadi komposisi Sweet Rock yang cukup ear-catching. Khusus untuk lagu pertama, cukup tepat dijadikan opening song. Menurut Judika, lagu ciptaan Aris ini "Gue Banget" karena kecenderungannya menyukai lagu berlirik straight-forward: tidak puitis, harafiah, tapi jujur. Beberapa lagu memiliki reffrain yang dirancang untuk mengeksplorasi lengkingan khas Judika, yang beberapa kali dituding juri Indonesian Idol over acting: Bukan Salah Kita, Ketulusan dan Cinta Terpendam. Bukan Untuk Dimengerti adalah nomor poppish yang cukup asik. Oya, Maya "Idol" juga menyumbang suaranya yang girlie itu untuk bagian bridge dan backing vocal lagu ini. Raja Inggris lagi-lagi menonjolkan nuansa rock Judika. Tracklist: Recommended songs: (putri) |
|
Sumber: SonyBMG |
Thanks banget utk suratnya….
Thanks banget utk ‘care’nya…
Sukses juga utk Riris dan salam untuk Judikaholic di Medan dan sekitarnya. Kalau aku ada show di medan dan sekitarnya, pengurus Judikaholic akan menghubungi Riris. Semoga Riris bisa joint dgn Judikaholic yg di Jkt via forum judikasihotang.com.
Kalau bisa ajakin lagi teman2 yang lain joint menjadi Judikaholic. Siapa tau bisa bikin Gathering di Medan dan aku pasti dateng….
Salam Judikaholic ( ONE )
Syalom….
Horas….
Hello ito Judika, boha kabarmu? Moga-moga dlm keadaan sehat selalu. Sblmnya aku ingin memperkenalkan diriku, namaku Riris Sinurat, kampungku di Samosir, tapi aku kuliah di Medan UNIMED, Jurusan Akutansi.
Ito Judika..aku suka banget ama suara ito. Waktu ito datang ke Medan, aku gak konsen mengikuti perkuliahan selama 1 minggu, krn aku selalu teringat akan suara iot yang dahsyat itu. Lagu yang paling berkesan waktu itu, HEAVEN dan SURAT NARARA.
Aku pernah ke panglet Berastagi utk bertemu dgn kedua orang-tua-mu. Tapi ternyata sudah pindah ke Jakarta. Aku mau nangis…
Aku di kampus dipanggil JUDE sangkin nge-fans-nya dgn ito.
Album ONE, TOP banget… Semua lagunya enak. Yang paling aku suka "BUKAN RAYUAN GOMBAL, MALAIKAT dan KETULUSANKU"
Ito..tiap kali aku ke warnet, aku pasti buka www.judikasihotang.com. Aku pasti senang sekali. Tapi aku iri dengan Judikaholic yang di Jkt bisa bertemu langsung dgn ito…
Gimana dgn EO NU IMEJ, mudah2an makin maju dan selalu dapat order. Salam utk kedua sahabat terbaikmu, bang Junedi dan bang Jonathan. Tentunya juga untuk Tiroy.
Akhir kata aku berharap, semoga album perdanamu bisa diterima oleh pecinta musik indonesia.
Riris Sinurat
Kemarin admin mencoba untuk searching di google dengan keyword "Judika Sihotang" and jreng.. begitu banyak halaman-halaman yang muncul, termasuk komentar-komentar pada penggemar yang belum tergabung di forum ini… diantaranya forum indosiar, dan forum komunitas lainnya.
Satu hal yang buat admin agak "terharu" adalah ketika ada seseorang yang mencoba untuk menjabarkan bagaimana komentar dia sesudah membeli kaset ONE - Judika pada blognya. Bahkan yang tidak habis pikir, dia mencatat semua rincian "terima kasih untuk" dari Judika..
Untuk Daniel Malau, thanks ya.. Lookin forward to see you soon in our forum.. Untuk mau tau seperti apa blog Daniel silahkan mampir ke : http://blog.malau.net/2006/12/08/judika-sihotang-my-indonesian-idol
JUDIKA Indonesian Idol Akhirnya Rilis Album!!
INILAH jawabannya, JUDIKA tidak menghilang! Runner-up Indonesian Idol 2 ini benar-benar tidak "melarikan diri" dari dunia musik. Setelah "mengeram" setahun lebih, cowok bernama lengkap
Judika Nalon Abadi Sihotang ini akhirnya merilis album juga.
Album perdananya yang digarap dengan ’tidak setengah-setengah’ itu diberi titel ONE dan sebentar lagi bakal dirilis ke pasaran. Meski albumnya belum keluar secara resmi, tapi single jagoannya "Bukan Rayuan Gombal" sudah dipajang sebagai senjata pembuka album cowok asal Medan ini.
Lagu ciptaan Aris Dian Purnomo ini dikemas apik dengan aksentuasi karakter rock klasik yang pas dengan suara Judika. Meski sebenarnya vokal jebolan Asia Bagus ini, bisa bermain di jenis musik apa saja. "Saya memang bukan orang yang pandai merangkai kata-kata romantis, tapi lewat lagu ini saya jadi bisa mengutarakan perasaan saya dengan cara yang spesial," papar Judika.
Album ini memang terkesan lama dirilis, tapi sebenarnya seperti pengakuan Judika kepada DJARUM-SUPER.com inilah album yang dipersiapkan dengan matang. "Saya ingin punya napas panjang di dunia musik Indonesia," tegas cowok asli Brastagi Medan ini. [joko/foto: istimewa]
Sumber : Djarum Super Online
RACIKAN ala Indonesian Idol, ketika pemilik nama Judika Sihotang ini melenggang di babak spektakuler dengan macam-macam genre, dijajal lewat kemasan album. ONE memang dikemas dengan resep menempatkan vokal Judika pada berbagai jenis musik yang butuh improvisasi tinggi. Ada untung dan ruginya. Keuntungannya, Jude –begitu Judika biasa dipanggil– bisa "pamer" teknik vokal yang dia punya. Orang bisa saja terpukau dengan karakter suaranya yang bisa dibawa kemana saja dan tetap asik. Kerugiannya, bukan fans mungkin rada kebingungan menempatkan sosoknya. Penyanyi pop, rock, reggae atau soul?
Harus menunggu setahun lebih, terlihat memang di album solo perdananya ini, Judika masih "meraba-raba" di posisi mana sebenarnya dirinya lebih nyaman. Repot, karena track demi track yang ada semua punya kapasitas yang cukup kuat. Contohnya single jagoann ‘Bukan Rayuan Gombal’. Lagu ini ciptaan Aris ini dan mendapat kulikan blues dan rock n’ roll dari Pay BIP. Sepintas, kita bisa ‘tertipu’ lantaran sangat mirip dengan lagu-lagu band yang pernah membesarkan nama Pay. Untung saja Jude punya kapabilitas menonjolkan "temboloknya" sendiri di nada-nada tinggi. Kalau tidak, lagu ini menjebak. Track ke-2, Malaikat ciptaan Dewiq terasa lebih nendang. Meski penulis "bosan" dengan tempo-tempo lagu seperti ini, tapi lirik yang "bangsat" dan cara Jude membawakannya, membuat penulis menjagokan lagu ini sebagai track yang [harus] jadi hit list. Secara aransemen sebenarnya tidak terlalu istimewa. Di lagu ini, Judika bernyanyi seperti penyanyi pop layaknya.
Penjelajahan lain dilakukan di track 3, Astaga. Lagu yang pernah populer lewat Ruth Sahanaya ini, diolah Bongky BIP yang sedang gandrung dengan reggae. Bareng kawan-kawan lamanya di Penta Boyz, Judika ‘memplesetkan’ lagu yang biasanya up-beat menjadi "bau-bau" Jamaican Cafe. Tak murni reggae, karena musik dasarnya tetap saja terdengar poppis. Tak ada kesulitan memang, tapi di lagu terasa tak istimewa, biasa-biasa saja. Lagu Bukan Salah Kita entah mengapa kok terasa seperti lagu-lagu yang banyak beredar sekarang. Inilah model-model ‘lagu cengkok’ melayu, mendayu-dayu yang [biasanya] disuka penikmat musik. Lagu kaya begini memang "racun" tapi tak pernah benar-benar mematikan. Racun yang sama juga ada di lagu
Bukan UntuK Dimengerti ciptaan Hary Budiman. Mengajak Maya Idol sebagai backing vokal, lagu ini punya wilayah musikal yang beda-beda tipis dengan track sebelumnya.Sebenarnya, Judika tetap berpijak pada platform pop yang tidak neko-neko. Kelebihan album ini, lebih kepada eksplorasi vokal Judika yang bisa masuk ke range yang tidak kita duga. Dari pemilihan lagu, Jude cukup beragam –meski tetap komersial. Beruntung, Jude mendapat lagu dari orang-orang yang bisa dibilang pencipta terbaik di Indonesia. Meski secara musikalitas, biasa-biasa saja, vokal Judika-lah yang menolong. Sekedar catatan saja, kelak jika ada album selanjutnya, suara "nanjaknya" jangan terlalu over. [joko/foto: istimewa]
Sumber : tembang indonesia online.
Rabu, 13 Desember 2006
Si Anak Ajaib Dari Medan
Liris Album “Bukan Rayuan Gombal”
Sobat AXi udah pasti kenal kan sama Judika? Itu loh Runner Indonesia Idol, musim ke dua. Akhirnya setelah agak lumayan lama nggak kedengaran kabarnya, cowok asal Medan ini merilis debut albumnya yang amat dinantikan. Album bertajuk ONE ini diproduseri oleh Jan Djuhana dan Aden Satria Dharma juga melibatkan composer terbaik seperti Dewiq, Ari Bias, Harry Budiman, Andi Rianto dan James F. Sundah serta arranger seperti Pay dan Bongky. Lagu-lagu yang ditampilkan berisikan elemen Sweet Rock, Jamaica Reggae, Acapella hingga Pop Ballad. Dan album ini adalah satu dari cita-cita sejak kecil bagi anak ke 6 dari 7 saudara ini.
Pemilik nama lengkap Judika Nalon Abadi Sihotang ini disebut sebagai anak ajaib dari Medan lho?? Sebab kesuksesan Judika di pentas tarik suara bukanlah diraih dengan sekejap mata. Judika lahir di Sidakalang, Sumatera Utara pada 31 Agustus 1978. Judika menghabiskan masa kecilnya dengan berbagai macam kegiatan. Bakat nyanyinya udah tampak semenjak Judika masih duduk di bangku Sekolah Dasar Inpres di Brastagi. Bahkan ia sempat membuat grup vokal bersama Roy adiknya serta Juneidi dan Jonathan dan hebatnya lagi ia dikontrak di sebuah hotel internasional berbintang 5 di Brastagi. Judika kecil nggak puas berbangga hati ketika banyak yang bilang ia punya potensi jadi bintang. Lantas ia menjajal kemampuannya lewat Bahana Suara Pelajar (BPS) dan keluar sebagai juara pertama untuk tingkat Sumatera Utara dan cukup puas di posisi ketiga untuk tingkat Nasional.
Saat menginjak bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas, Judika memutuskan untuk hijrah dari Brastagi ke Ibukota. Keputusannya ini nggak lain untuk mendapat porsi lebih banyak mengikuti festival-festival tarik suara dibandingkan di luar Jakarta. Sebagai anak luar kota, Judika termotivasi untuk berusaha lebih keras lagi meski ternyata persaingan di Jakarta tidaklah semudah yang ia bayangkan. Hampir patah arang ketika banyak festival yang ia ikutin nggak satupun bisa ditaklukkannya. Hingga akhirnya ia ditemukan oleh Chris Pattikawa, talent scout yang sukses melahirkan AB Three, ketika ia menjuari ajang Asia Bagus di Singapura tahun 1998. Chris Pattikawa kemudian merekrutnya ke dalam grup vokal bernama Antero Boys. Lewat grup vokal inilah karir Judika semakin sukses. Berbagai penghargaanpun disabetnya hingga satu yang paling berkesan ketika ia bersama Antero Boys memenangkan Cerbul De Aur Song Festival di Rumania 2000.
Si anak ajaib dari Medan ini, semakin dikenal khalayak ketika menjadi finalis 12 besar ajang bergengsi Indonesian Idol 2. Penyuka lagu-lagu melankolis Bryan Adams dan Michael Bolton ini tampil penuh percaya diri membawakan lagu-lagu berbagai genre. Meski menjadi runner-up, Judika boleh bersenang hati karena satu dari impiannya segera terwujud, yaitu memiliki sebuah album sendiri.
ONE, Satu Dari Sekian Cita-Cita Judika
Kenapa memilih judul One? sebab punya album merupakan satu dari cita-citanya yang udah kecapai. Dan album ini adalah langkah pertamanya untuk semakin menekuni bidang tarik suara. One menampilkan 10 buah lagu yang digarap oleh orang-orang handal. Proses yang panjang untuk menyiapkan album Judika ini nggak membuat Judika menjadi jenuh. Justru Judika mempunyai banyak waktu buat mendalami makna lagu demi lagu yang diberikan oleh para composernya.
"Di lagu "Malaikat" Judika sempat banyak ngobrol dengan mba Dewiq sebelum take vocal. Lewat proses ini, dirinya jadi makin tahu maksud dari lagu yang ditulisnya sehingga memudahkan untuk pendalaman lirik dan lagu cerita Judika tentang lagu yang sejatinya berjudul "Malaikat Vs Setan". Di lagu ini "Lagu ini gue banget dan semua orang pasti pernah merasakan kebimbangan yang sama. Perseteruan di hati antara yang baik dan buruk," lanjutnya.
Album ini menjagokan lagu "Bukan Rayuan Gombal" yang ditulis oleh Aris. Lagu ini menonjolkan vokal nge-rock Judika yang berpadu dengan raungan gitar yang dimainkan Pay.
Judika juga mengajak rekan-rekannya Penta Boyz (grup reinkarnasi dari Antero Boys) untuk ikut menyanyikan sebuah lagu lawas gubahan James F. Sundah, "Astaga". Lagu ini dibuat semi acapella dengan dominasi warna Jamaica Reggae. Ada juga Maya ‘Idol’ yang hadir di bridge dan backing vocal lagu "Bukan Untuk Dimengerti" karya Harry Budiman. Reffrain lagu-lagunya cukup catchy dan keseluruhan liriknya bermakna cukup mendalam. So, buruan aja kamu koleksi albumnya nggak bakalan kecewa kok.(dra)
Sumber : Kalteng Pos Online
RACIKAN ala Indonesian Idol, ketika pemilik nama Judika Sihotang ini melenggang di babak spektakuler dengan macam-macam genre, dijajal lewat kemasan album. ONE memang dikemas dengan resep menempatkan vokal Judika pada berbagai jenis musik yang butuh improvisasi tinggi. Ada untung dan ruginya. Keuntungannya, Jude –begitu Judika biasa dipanggil– bisa "pamer" teknik vokal yang dia punya. Orang bisa saja terpukau dengan karakter suaranya yang bisa dibawa kemana saja dan tetap asik. Kerugiannya, bukan fans mungkin rada kebingungan menempatkan sosoknya. Penyanyi pop, rock, reggae atau soul?
Harus menunggu setahun lebih, terlihat memang di album solo perdananya ini, Judika masih "meraba-raba" di posisi mana sebenarnya dirinya lebih nyaman. Repot, karena track demi track yang ada semua punya kapasitas yang cukup kuat. Contohnya single jagoan ’Bukan Rayuan Gombal’. Lagu ini ciptaan Aris ini dan mendapat kulikan blues dan rock n’ roll dari Pay BIP. Sepintas, kita bisa ’tertipu’ lantaran sangat mirip dengan lagu-lagu band yang pernah membesarkan nama Pay. Untung saja Jude punya kapabilitas menonjolkan "temboloknya" sendiri di nada-nada tinggi. Kalau tidak, lagu ini menjebak.
Track ke-2, Malaikat ciptaan Dewiq terasa lebih nendang. Meski penulis "bosan" dengan tempo-tempo lagu seperti ini, tapi lirik yang "bangsat" dan cara Jude membawakannya, membuat penulis menjagokan lagu ini sebagai track yang [harus] jadi hit list. Secara aransemen sebenarnya tidak terlalu istimewa. Di lagu ini, Judika bernyanyi seperti penyanyi pop layaknya.
Penjelajahan lain dilakukan di track 3, Astaga. Lagu yang pernah populer lewat Ruth Sahanaya ini, diolah Bongky BIP yang sedang gandrung dengan reggae. Bareng kawan-kawan lamanya di Penta Boyz, Judika ’memplesetkan’ lagu yang biasanya up-beat menjadi "bau-bau" Jamaican Cafe. Tak murni reggae, karena musik dasarnya tetap saja terdengar poppis. Tak ada kesulitan memang, tapi di lagu terasa tak istimewa, biasa-biasa saja.
Lagu Bukan Salah Kita entah mengapa kok terasa seperti lagu-lagu yang banyak beredar sekarang. Inilah model-model ’lagu cengkok’ melayu, mendayu-dayu yang [biasanya] disuka penikmat musik. Lagu kaya begini memang "racun" tapi tak pernah benar-benar mematikan. Racun yang sama juga ada di lagu Bukan UntuK Dimengerti ciptaan Hary Budiman. Mengajak Maya Idol sebagai backing vokal, lagu ini punya wilayah musikal yang beda-beda tipis dengan track sebelumnya.
Sebenarnya, Judika tetap berpijak pada platform pop yang tidak neko-neko. Kelebihan album ini, lebih kepada eksplorasi vokal Judika yang bisa masuk ke range yang tidak kita duga. Dari pemilihan lagu, Jude cukup beragam –meski tetap komersial. Beruntung, Jude mendapat lagu dari orang-orang yang bisa dibilang pencipta terbaik di Indonesia. Meski secara musikalitas, biasa-biasa saja, vokal Judika-lah yang menolong. Sekedar catatan saja, kelak jika ada album selanjutnya, suara "nanjaknya" jangan terlalu over. [joko/foto: istimewa] sumber : Djarum Super Music